Prambanan Jazz Festival 2026 telah resmi berakhir setelah tiga hari penuh kejutan, dari Jumat hingga Minggu, 3-5 Juli 2026. Dihelat di kompleks Candi Prambanan yang megah, Yogyakarta, tahun ini festival mencatat rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang 12 tahun penyelenggaraannya. Total 85.000 orang hadir, dengan lonjakan signifikan pada hari kedua yang mencapai 35.000 penonton.

Penampilan yang Memukau dan Kolaborasi Tak Terduga

Pembukaan festival dilakukan oleh XDinary Heroes yang sukses menghangatkan suasana. Namun puncak keramaian terjadi saat NIKI naik panggung pada hari kedua. Lagu-lagunya yang hits membuat penonton berdesakan, nyaris tanpa celah di area konser. Penampilan The Rose di hari penutup juga menjadi momen yang dinanti, menutup festival dengan sempurna.

Tak hanya itu, beberapa kejutan manis mewarnai festival. Jikustik misalnya, mengadakan reuni dengan Pongky Barata yang membuat panggung terasa hangat dan penuh canda. Tulus juga membawakan single barunya 'Teh Hijau' yang langsung disambut meriah. Rio Febrian berduet dengan putranya, Jamaica Fosteriano, yang suaranya tak kalah merdu. Duet ini sukses membuat penonton berteriak meminta encore.

Porsi Jazz yang Lebih Besar

Menjawab kritik tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz 2026 meningkatkan porsi musisi jazz menjadi 63 persen. Ini naik signifikan dari tahun sebelumnya yang kurang dari 50 persen. Nama-nama besar seperti Margie Segers, Karimata, Fariz RM, dan Joey Alexander turut meramaikan panggung. Selain itu, musisi jazz lainnya seperti Dewa Budjana, I am Jazz a Kids, Jazz Kotabaru, Jo Soegono, dan White (Jazz) Chorus juga tampil memukau.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa Prambanan Jazz tidak hanya sekadar festival, tetapi juga panggung bagi musisi jazz untuk bersinar. Dengan konsep yang matang dan antusiasme penonton yang luar biasa, festival ini layak disebut sebagai gelaran paling sukses sepanjang sejarah.

Reporter: Hestia Ramadhani